Selasa, 21 Januari 2014
Sabtu, 14 Desember 2013
BRIVI NOVEMBER 2013
Edisi KATHINA
Tegal, 24 November 2013
No
: 75, Tahun Ketujuh
Penasehat : Ketua Yayasan Metta Jaya ( Loe Lian Phang )
Penanggung Jawab : Ketua
Dayakasabha Metta Vihara Tegal ( Lie
Ing Beng )
Pimpinan Redaksi : Ibu Tjutisari
Redaksi
Pelaksana : 1. Ibu Pranoto 4. Liliyani
2. Suriya Dhammo 5.
Sumedha Amaravathi
3. Ade Kristanto 6. Lie Thiam Lan
Alamat Redaksi : Metta Vihara
Jl. Udang
No. 8 Tegal Telp. (0283) 323570
BCA No Rek : 0479073688 an. YUNINGSIH ASTUTI - TUSITA WIJAYA
DHAMMAPADA ATTHAKHATA
Bab
II - Syair 32
Seorang
bhikkhu yang bergembira dalam kewaspadaan dan melihat bahaya dalam kelengahan
tak akan terperosok lagi, ia sudah berada di ambang pintu nibbana.
BRIVI NOVEMBER 2013
Edisi KATHINA
Tegal, 24 November 2013
No
: 75, Tahun Ketujuh
Penasehat : Ketua Yayasan Metta Jaya ( Loe Lian Phang )
Penanggung Jawab : Ketua
Dayakasabha Metta Vihara Tegal ( Lie
Ing Beng )
Pimpinan Redaksi : Ibu Tjutisari
Redaksi
Pelaksana : 1. Ibu Pranoto 4. Liliyani
2. Suriya Dhammo 5.
Sumedha Amaravathi
3. Ade Kristanto 6. Lie Thiam Lan
Alamat Redaksi : Metta Vihara
Jl. Udang
No. 8 Tegal Telp. (0283) 323570
BCA No Rek : 0479073688 an. YUNINGSIH ASTUTI - TUSITA WIJAYA
DHAMMAPADA ATTHAKHATA
Bab
II - Syair 32
Seorang
bhikkhu yang bergembira dalam kewaspadaan dan melihat bahaya dalam kelengahan
tak akan terperosok lagi, ia sudah berada di ambang pintu nibbana.
BRIVI NOVEMBER 2013
Edisi KATHINA
Tegal, 24 November 2013
No
: 75, Tahun Ketujuh
Penasehat : Ketua Yayasan Metta Jaya ( Loe Lian Phang )
Penanggung Jawab : Ketua
Dayakasabha Metta Vihara Tegal ( Lie
Ing Beng )
Pimpinan Redaksi : Ibu Tjutisari
Redaksi
Pelaksana : 1. Ibu Pranoto 4. Liliyani
2. Suriya Dhammo 5.
Sumedha Amaravathi
3. Ade Kristanto 6. Lie Thiam Lan
Alamat Redaksi : Metta Vihara
Jl. Udang
No. 8 Tegal Telp. (0283) 323570
BCA No Rek : 0479073688 an. YUNINGSIH ASTUTI - TUSITA WIJAYA
DHAMMAPADA ATTHAKHATA
Bab
II - Syair 32
Seorang
bhikkhu yang bergembira dalam kewaspadaan dan melihat bahaya dalam kelengahan
tak akan terperosok lagi, ia sudah berada di ambang pintu nibbana.
Jumat, 15 November 2013
BRIVI OKTOBER 2013
Tegal, 24 Oktober 2013
No
: 74, Tahun Ketujuh
Penasehat : Ketua Yayasan Metta Jaya ( Loe Lian Phang )
Penanggung Jawab : Ketua
Dayakasabha Metta Vihara Tegal ( Lie
Ing Beng )
Pimpinan Redaksi : Ibu Tjutisari
Redaksi
Pelaksana : 1. Ibu Pranoto 4. Liliyani
2. Suriya Dhammo 5.
Sumedha Amaravathi
3. Ade Kristanto 6. Lie Thiam Lan
Alamat Redaksi : Metta Vihara
Jl. Udang
No. 8 Tegal Telp. (0283) 323570
BCA No Rek : 0479073688 an. YUNINGSIH ASTUTI - TUSITA WIJAYA
DHAMMAPADA ATTHAKHATA
Bab
II - Syair 31
Seorang bhikkhu yang bergembira
dalam kewaspadaan dan melihat bahaya dalam kelengahan akan maju terus, membakar
semua rintangan batin, bagaikan api membakar kayu baik yang besar maupun yang
kecil.
BAB II – Syair 31
Kisah
Seorang Bhikkhu
Seorang
bhikkhu, setelah memperoleh pelajaran meditasi dari Sang Buddha, pergi ke hutan
untuk bermeditasi. Meskipun dia berlatih dengan sungguh-sungguh dia hanya
memperoleh kemajuan yang sangat kecil. Akibatnya;, ia menjadi frustasi. Dengan
berpikir akan memperoleh petunjuk dari
Sang Buddha, dia meninggalkan hutan menuju Vihara Jetavana.
Dalam
perjalanannya, dia melewati nyala api yang sangat besar. Dia berlari menuju
puncak gunung dan mencari dari mana api tersebut datang. Melihat api yang membakar
itu, ia termenung. Pikirnya, seperti api yang membakar habis semuanya, begitu
juga pandangan terang akan membakar semua belenggu kehidupan, besar dan kecil.
Kamis, 03 Oktober 2013
KATHINA 2557/2013 METTA VIHARA TEGAL
“ … Gemar berdana dan memiliki moral yang baik, dapat menahan nafsu dan memiliki pengendalian diri, adalah timbunan ‘harta’ yang terbaik bagi seorang pria maupun wanita. ‘Harta’ tersebut dapat diperoleh dengan berbuat kebajikan kepada Cetiya atau Sangha, kepada orang lain atau tamu, kepada ibu dan ayah, atau kepada orang yang lebih tua. Inilah harta yang paling sempurna tidak mungkin hilang, tidak mungkin ditinggalkan, walaupun suatu saat akan meninggal, ia akan tetap membawanya … “
(Nidhikhanda Sutta- Kotbah tentang Penimbunan Harta Sejati)
Langganan:
Komentar (Atom)


